Review: Cell 211 (2009)



Gw selalu suka dengan film yang berlatarkan penjara. Sebut saja The Shawshank Redemption, The Rock, Escape From Alcatraz, dan The Green Mile. Mungkin suatu kebetulan, tapi menurut gw film yang berlatarkan penjara belum ada satupun yang memiliki kualitas buruk (setidaknya buat gw). Dan kemudian pada hari ini, list film penjara yang sudah gw tonton bertambah satu lagi. Dan lagi-lagi film ini memiliki kualitas mumpuni dan masih terngiang-ngiang sampai sekarang gw lagi menulis review ini.

Cell 211 dibuka dengan mengerikan namun tampak nyata, yaitu seorang "penghuni" Cell 211 bernama Monae yang bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya (disarankan di-skip untuk yang tidak tahan dengan hal-hal disturbing seperti ini karena adegan ini sungguh-sungguh tampak nyata) karena tidak ada seorang pun yang mempercayainya kalau sebuah sel kanker ganas sedang mengerogoti kepalanya.

Esok harinya, penjara tersebut kedatangan seorang penjaga baru bernama Juan (Alberto Ammann) yang tampak sedang diperkenalkan kepada lingkungan penjara oleh penjaga lainnya yang sudah lebih lama bekerja disana. Tidak lama berkeliling, Kepala Juan terhantam batu yang terjatuh dari atap. Berdarah dan tidak sadarkan diri, Juan dibawa ke kamar terdekat yang sedang kosong sejak peninggalan Monae, Cell 211.



Di waktu yang sama, keributan terjadi di penjara tersebut, seluruh tahanan berhasil melarikan diri dan terjebaklah Juan di cell 211 setelah ditinggalkan oleh kedua temannya yang lari menyelamatkan diri lebih dulu. Mau tidak mau, Juan tidak boleh dikenali sebagai penjaga penjara oleh mereka. Penyamaran pun dilakukan Juan dengan berpura-pura menjadi tahanan baru di Cell 211.

Ya, itulah cerita yang kurang lebih ditawarkan oleh Cell 211. Film yang mendapatkan Rating 97% dari Rotten Tomatoes ini sangat berhasil dalam banyak hal. Tensi ketegangan dibangun dengan perlahan namun pasti, Konflik demi konflik baru terus bermunculan dengan rapi membuat gw sulit untuk 'berkedip'. Daniel Monzon, sang sutradara membesut film ini dengan energi yang meledak-ledak.

Segala detail terlihat sangat realistis (terutama di adegan yang berhubungan dengan darah) sehingga kita dibuatnya seperti sedang menonton TV siaran langsung yang menayangkan huru-hara di penjara. Seperti banyak film penjara pendahulunya, Cell 211 juga memberikan twist-twist menarik yang walaupun tidak begitu menggemparkan, tetapi twistnya berkelas.



Akhir kata, buat pecinta film thriller apalagi mengenai penjara, jangan lewatkan film ini (pokoknya jangan deh). Just be prepared :)

0 comments:

Post a Comment